Jumat, 01 Mei 2026

25 Pepatah Makassar dengan Arti dan Aksara Lontara I

Peribahasa atau pepatah merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi masyarakat Makassar di Indonesia. Peribahasa Makassar memuat kekayaan ungkapan, kebijaksanaan, dan nilai-nilai budi pekerti yang diajarkan turun-temurun. Melalui peribahasa, orang Makassar mampu menjaga dan melestarikan gagasan dalam kebudayaan mereka, serta mendapatkan pengetahuan dari pengalaman masa lalu untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Mari kenali 25 pepatah atau peribahasa Makassar berikut ini.


ᨒᨙᨒᨙᨅᨘᨒᨘᨈ​ᨒᨙᨒᨙᨀ​ᨅᨗᨕ​ᨔ​

Lele bulu tallele kabiasang.
Berubah bulu, tidak akan berubah kebiasaan.
Kebiasaan, khususnya yang buruk, sulit diubah.


ᨅ​ᨍᨗᨅᨗᨑᨗᨈ​ᨊ​ᨈ​ᨔ​ᨅ​ᨍᨗᨑᨘᨄ​ᨊ​ᨁᨕᨘᨀ​

Bajik birittana tasambajik rupanna gauka.
lndah berita, tetapi tidak seindah buktinya.
Ada kalanya berita atau omongan yang kita dengar itu sudah ditambah-tambahi dari hal yang sesungguhnya terjadi.


ᨍᨙᨊᨙᨀ​ᨌᨗᨊᨗᨕᨗᨕ​ᨈᨚᨍ​ᨊ​ᨊᨕᨗᨕᨗᨕ​ᨈᨚᨍ​ᨊ​ᨊᨕᨘ

Jekneka cinik ia tonja nanaik ia tonja nanaung.
Lihatlah air ada saatnya pasang dan ada saatnya pula surut.
Keadaan dalam hidup yang kadang suka dan kadang duka.


ᨍ​ᨑᨘᨊ​ᨅᨚᨐ​ᨄ​ᨀᨘᨒᨘᨈ​ᨄᨙᨒᨒ​

Jarung naboya pangkuluk tappelak.
Jarum dicari, kapak hilang.
Seseorang yang menginginkan sesuatu yang kecil malah kehilangan yang besar.


ᨆ​ᨊ​ᨈᨘ​ᨉᨚᨀᨚᨄ​ᨉ​ᨄᨘᨊ​ᨔᨗᨆ​ᨈ​ᨊᨗᨀᨈᨗᨔᨗᨍ​ᨈ​ᨑ​ᨈ​ᨍᨗ

Mannantu dongkok pakdang punna simata nikantisikja tarang tonji.
Walaupun punggung pedang asalkan diasah terus akhirnya akan tajam juga.
Orang yang bodoh pun jika rajin belajar kelak akan pandai juga.


ᨈᨕᨘᨀ​ᨄ​ᨒ​ᨒᨙᨀᨚᨈᨚᨒᨗᨊ​

Tau kapalak lekok tolinna.
Orang tebal daun telinganya.
Orang tahan terhadap sindiran atau olok-olok orang lain.


ᨈᨙᨊ​ᨄ​ᨀᨊᨘᨀᨘᨊ​ᨊᨕᨙᨑᨚᨆᨚᨕ​ᨂᨑ​ᨆᨘᨔᨘ

Tenapa kanukunna naerokmo anngarakmusuk.
Belum berkuku sudah mau menggaruk.
Orang yang belum memiliki kuasa, tetapi sudah berani menindak orang lain.


ᨀ​ᨈᨗᨂᨒᨚᨆ​ᨈᨙᨑᨗᨈ​ᨄ​ᨑ​ᨂᨊ​ᨊᨕ​ᨑ​ᨈᨙᨉᨚᨆ​ᨈᨙᨑᨗᨕᨙᨅ​ᨊ​ᨊ​ᨈ​ᨊᨕ​ᨑ​

Katingalo mate ri tamparanga na naarak, tedong mate ri embana na tanaarak.
Lalat mati di laut dirasa, kerbau mati di halaman rumahnya tidak dirasa.
Seseorang yang mengawasi dan mengumbar dan kejelekan orang lain, sedangkan kejelekannya sendiri tidak diketahui.


ᨊᨗᨑᨄᨂᨗᨁᨚᨒᨊᨊᨗᨈᨅᨕᨗᨉᨉᨗ

Nirapangi golla na nitambai dadik.
Ibarat gula ditambah pula dengan susu.
Orang yang sudah baik dan masih mempunyai kelebihan sifat-sifat baik lainnya.


ᨕᨈᨆᨕᨗᨈᨒᨘᨕᨔᨘᨒᨘᨀᨗᨕᨄ

Antamai tallu, assuluki appak.
Masuk tiga, keluar empat.
Pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.


ᨅᨍᨗᨀᨂᨂᨗᨈᨈᨗᨒᨗᨂᨊᨕᨗᨕᨈᨒᨂ

Bajikangangi tattilinga naia tallanga.
Lebih baik miring daripada tenggelam.
Lebih baik rugi daripada kehilangan seluruhnya.


ᨈᨙᨊᨊᨒᨑᨗᨈᨄᨑᨂ

Tena nalari tamparanga.
Laut tidak akan lari.
Jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu.


ᨀᨘᨕᨒᨙᨕᨂᨗᨈᨒᨂᨊᨈᨚᨕᨒᨗᨕ

Kualleangi tallanga na toalia.
Lebih baik tenggelam daripada surut kembali.
Pantang menyerah sebelum meraih apa yang dicita-citakan.


ᨀᨆᨈᨚᨂᨗᨈᨕᨘᨕᨂᨘᨀᨗᨑᨗᨀᨑᨗᨍᨙᨊᨙᨀ

Kamma tongi tau anngukirika ri jekneka.
Seperti orang menulis diatas air.
Melakukan perbuatan yang sia-sia.


ᨄᨊᨙᨕᨒᨙᨌᨗᨊᨗᨑᨗᨄᨆᨈᨂᨊᨅᨗᨕᨔᨈᨚᨍᨗᨕᨈᨘᨔᨗᨁᨙᨈᨚᨁᨙᨈᨚ

Panne alle cinik ri pamantanganna biasa tonji antu sigentok-gentok.
Perhatikanlah piring di tempatnya sering pula berbenturan.
Pasangan suami istri yang rukun sekalipun suatu waktu akan merasakan perselisihan.


ᨕᨆᨚᨈᨙᨑᨙᨀᨗ ᨅᨚᨔᨗᨕ ᨊᨕᨗ ᨄᨚᨒᨙ ᨑᨗ ᨒᨂᨗᨀ

Ammotereki bosia naik pole ri langika.
Hujan kembali lagi ke langit.
Keadaan yang terbolak-balik, seperti orang kaya meminta bantuan kepada orang miskin, orang pintar meminta nasehat pada orang bodoh.


ᨀᨚᨈᨘᨕᨗᨍᨙᨊᨙᨔᨗᨆᨈᨆᨔᨚᨒᨚᨊ

Kontui jeknek simata massolonna.
Bagaikan air yang selalu mengalir.
Orang yang senantiasa memberi pertolongan.


ᨈᨀᨘᨒᨙᨕᨕᨗᨊᨗᨈᨁᨒᨈᨕᨘᨈᨕᨘᨊ

Takkulleai nitakgalak taun-taunna.
Tidak dapat ditangkap bayangannya.
Orang yang pandai bicara dan pandai mencari alasan.


ᨕᨒᨒᨑᨗᨕᨉᨔᨗᨕᨁᨑᨗᨔᨑ

Aklaklang ri adak siagang ri sarak.
Bernaung pada adat dan agama.
Sesuai dengan aturan adat dan agama (syariat).


ᨀ​ᨆ​ᨈᨚᨂᨗᨒᨙᨀᨚᨀ​ᨐᨘᨊᨕᨗᨑᨗᨀᨕ​ᨂᨗ

Kamma tongi lekok kayu nairika anging.
Bagaikan daun yang tertiup angin.
Seseorang yang patuh menjalankan perintah.


ᨊᨗᨕᨙᨅ​ᨑ​ᨀᨗ ᨀ​ᨑᨙᨀ​ᨑᨙᨕ ᨌᨘᨌᨘᨑᨘ ᨅ​ᨐᨕᨚᨊ​

Niebaraki kanre-kanreang cucuruk bayaona.
Ibarat makanan, ia adalah kue cucur telur.
Seseorang yang sempurna, seperti rupawan, kaya, dermawan, baik hati, dsb.


ᨕ​ᨒ​ᨒ ᨑᨗ ᨕ​ᨉ ᨔᨗᨕ​ᨁ ᨑᨗ ᨔ​ᨑ​

Aklaklang ri adak siagang ri sarak.
Bernaung pada adat dan agama.
Tidak menyalahi ketentuan adat dan agama.


ᨈᨕᨙᨊ ᨊ​ᨔ​ᨑ ᨕ​ᨒᨚᨕ ᨑᨗ ᨈ​ᨂᨊ ᨒ​ᨂᨗᨀ​

Taena nasakrak alloa ri tanngana langika.
Tidak akan terbenam matahari di tengah langit.
Seseorang tidak akan meninggal jika belum waktunya.


ᨊᨗᨕᨙᨅ​ᨑ​ᨀᨗ ᨍᨙᨊᨙ ᨊ ᨍᨘᨀᨘ ᨒ​ᨒᨚᨊ​

Niebaraki jeknek na jukuk lalona.
Ibarat air dengan ikan.
Pasangan yang sangat serasi.


ᨈᨕᨘ ᨈ​ᨊᨗᨕ​ᨀ ᨊ​ᨊᨗᨑᨘᨅᨘᨕᨗ ᨕᨘᨅᨙ ᨄᨙᨄᨙ

Tau taniakka nanirumbui umbe pepek.
Orang yang tidak pernah terkena asap.
Seseorang yang tidak pernah memasak di dapur karena sudah memiliki banyak pembantu yang bekerja untuknya, maksudnya orang kaya yang hidup nyaman dan mewah.

Kamis, 19 Maret 2026

Lirik Lagu Lamunan: Aksara Jawa dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Lamunan merupakan salah satu lagu Jawa yang paling banyak didengarkan baru-baru ini. Lagu ini diciptakan oleh Wahyu F. Giri yang dirilis sebagai singgel pada Januari 2024. Lagu yang mengesankan kerinduan terhadap kekasih ini memiliki lirik yang puitis dan pilihan kata bahasa Jawa yang indah dan sastrawi. Berikut lirik Lamunan berserta aksara Jawa dan terjemahan bahasa Indonesia versi yang dinyanyikan oleh Niken Salindry.


ꦥꦶꦤ꧀ꦝ​ꦱꦩꦸꦢꦿ​ꦥꦱꦁ​​ꦏꦁ​​ꦠꦤ꧀ꦥ​ꦮꦔꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧉
Pindhå samudrå pasang kang tanpå wangenan
Bagaikan samudra pasang tiada akhir

ꦠꦽꦱ꧀ꦤꦏꦸ​ꦩꦿꦶꦁ​​ꦱ꧀ꦭꦶꦫꦩꦸ​ꦱꦪꦁ​꧉
Tresnaku mring sliramu, Sayang
Cintaku kepadamu, Sayang

ꦕꦲꦾꦤꦶꦁ​​ꦧꦸꦭꦤ꧀ꦏꦁ​​ꦱꦸꦩꦸꦤꦂ​ꦲꦧꦾꦺꦴꦂ​ꦲꦶꦁ​​ꦠꦮꦁ​꧉
Cahyaning mbulan kang sumunar abyor ing tawang
Cahaya rembulan yang memancar gemerlap di langit

ꦪꦼꦏ꧀ꦠꦶ​ꦱ꧀ꦭꦶꦫꦩꦸ​ꦏꦁ​​ꦢꦢꦶ​ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧉
Yekti sliramu kang dadi lamunan
Sungguhlah dirimu yang menjadi lamunan


ꦱꦸꦩꦿꦶꦧꦶꦢ꧀ꦲꦔꦶꦤ꧀ꦫꦠꦿꦶꦠꦤ꧀ꦱꦃꦲꦔꦤ꧀ꦛꦺꦤꦶ꧉​
Sumribid angin ratri tansah hanganthèni
Semilir angin malam senantiasa menemani

ꦱꦺꦠꦾ​ꦤꦿꦗꦁ​​ꦠꦼꦊꦁ​ꦔꦶꦁ​​ꦲꦠꦶ꧉
Setyå nrajang telenging ati
Setia menerjang kekasih hati

ꦲꦔꦼꦤ꧀ꦲꦔꦼꦤ꧀ꦠꦸꦩ꧀ꦭꦮꦸꦁ​​ꦱꦸꦮꦸꦁ​ꦲꦶꦁꦮꦼꦔꦶꦱꦼꦥꦶ꧉
Angen-angen tumlawung suwung ing wengi sepi
Angan-angan bergema sunyi di sepinya malam

ꦠꦤ꧀ꦱꦃ​ꦲꦔꦿꦤ꧀ꦠꦶ​ꦠꦼꦏꦩꦸ​ꦝꦸꦃ​ꦪꦪꦶ꧉
Tansah angranti tekamu, dhuh, Yayi
Selalu menantikan kedatanganmu, Kasih


ꦮꦺꦴꦁ​​ꦲꦪꦸ​ꦲꦒꦺ​ꦚꦼꦝꦏ꧀ꦏ​ꦲꦶꦁ​​ꦱꦤ꧀ꦝꦶꦁ​ꦏꦸ꧉
Wong Ayu, agé nyedhakå ing sandhingku
Gadis Cantik, mendekatlah ke sisiku

ꦚꦮꦁ​​ꦩꦤꦶꦱ꧀ꦱꦶꦁ​​ꦲꦺꦱꦼꦩ꧀ꦩꦸ꧉
Nyawang manising èsemu
Memandangi manisnya senyumanmu

ꦒꦮꦺ​ꦊꦉꦩ꧀ꦩꦺ​ꦫꦱꦏꦸ​ꦠꦼꦤ꧀ꦠꦽꦩ꧀ꦲꦶꦁꦲꦠꦶꦏꦸ꧉
Gawé leremé rasaku, tentrem ing atiku
Membuat tenang perasaanku, tenteram di hatiku

ꦲꦪ꧀ꦮ​ꦥꦼꦒꦠ꧀ꦠꦽꦱ꧀ꦤꦩꦸ​ꦱꦪꦁꦏꦸ꧉
Haywå pegat tresnamu, Sayangku
Janganlah terputus cintamu, Sayangku


ꦥꦶꦤ꧀ꦝ​ꦱꦩꦸꦢꦿ​ꦥꦱꦁ​​ꦏꦁ​​ꦠꦤ꧀ꦥ​ꦮꦔꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧉
Pindhå samudrå pasang kang tanpå wangenan
Bagaikan samudra pasang tiada akhir

ꦠꦽꦱ꧀ꦤꦏꦸ​ꦩꦿꦶꦁ​​ꦱ꧀ꦭꦶꦫꦩꦸ​ꦱꦪꦁ​꧉
Tresnaku mring sliramu, Sayang
Cintaku kepadamu, Sayang

ꦕꦲꦾꦤꦶꦁ​​ꦧꦸꦭꦤ꧀ꦏꦁ​​ꦱꦸꦩꦸꦤꦂ​ꦲꦧꦾꦺꦴꦂ​ꦲꦶꦁ​​ꦠꦮꦁ​꧉
Cahyaning mbulan kang sumunar abyor ing tawang
Cahaya rembulan yang memancar gemerlap di langit

ꦪꦼꦏ꧀ꦠꦶ​ꦱ꧀ꦭꦶꦫꦩꦸ​ꦏꦁ​​ꦢꦢꦶ​ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧉
Yekti sliramu kang dadi lamunan
Sungguhlah dirimu yang menjadi lamunan


ꦮꦺꦴꦁꦲꦪꦸ꧈​ꦲꦒꦺ​ꦚꦼꦝꦏ꧀ꦏ​ꦔꦼꦏꦼꦥ꧀ꦫꦒꦏꦸ꧉
Wong Ayu, agé nyedhakå ngekep ragaku
Gadis Cantik, mendekatlah dekap badanku

ꦱꦶꦂꦤꦤ​ꦭꦫ​ꦧꦿꦤ꧀ꦠ​ꦲꦶꦁ​​ꦲꦠꦶꦏꦸ꧉
Sirnaknå lårå bråntå ing atiku
Hilangkanlah rindu yang menggebu-gebu di hatiku

ꦲꦩꦼꦂꦒ​ꦏꦧꦶꦝꦸꦁ​​ꦮꦼꦮꦪꦁ​ꦩꦸ​ꦲꦶꦁ​​ꦥꦶꦏꦶꦂꦏꦸ꧉
Amergå kabidhung wewayangmu ing pikirku
Karena dihantui bayang-bayangmu di pikiranku

ꦲꦪ꧀ꦮ​ꦥꦼꦒꦠ꧀ꦠꦽꦱ꧀ꦤꦩꦸ​ꦱꦪꦁꦏꦸ꧉
Haywå pegat tresnamu, Sayangku
Janganlah terputus cintamu, Sayangku


ꦥꦶꦤ꧀ꦝ​ꦱꦩꦸꦢꦿ​ꦥꦱꦁ​​ꦏꦁ​​ꦠꦤ꧀ꦥ​ꦮꦔꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧉
Pindhå samudrå pasang kang tanpå wangenan
Bagaikan samudra pasang tiada akhir

ꦠꦽꦱ꧀ꦤꦏꦸ​ꦩꦿꦶꦁ​​ꦱ꧀ꦭꦶꦫꦩꦸ​ꦱꦪꦁ​꧉
Tresnaku mring sliramu, Sayang
Cintaku kepadamu, Sayang

ꦕꦲꦾꦤꦶꦁ​​ꦧꦸꦭꦤ꧀ꦏꦁ​​ꦱꦸꦩꦸꦤꦂ​ꦲꦧꦾꦺꦴꦂ​ꦲꦶꦁ​​ꦠꦮꦁ​꧉
Cahyaning mbulan kang sumunar abyor ing tawang
Cahaya rembulan yang memancar gemerlap di langit

ꦪꦼꦏ꧀ꦠꦶ​ꦱ꧀ꦭꦶꦫꦩꦸ​ꦏꦁ​​ꦢꦢꦶ​ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧉
Yekti sliramu kang dadi lamunan
Sungguhlah dirimu yang menjadi lamunan


ꦥꦶꦤ꧀ꦝ​ꦱꦩꦸꦢꦿ​ꦥꦱꦁ​​ꦏꦁ​​ꦠꦤ꧀ꦥ​ꦮꦔꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧉
Pindhå samudrå pasang kang tanpå wangenan
Bagaikan samudra pasang tiada akhir

ꦠꦽꦱ꧀ꦤꦏꦸ​ꦩꦿꦶꦁ​​ꦱ꧀ꦭꦶꦫꦩꦸ​ꦱꦪꦁ​꧉
Tresnaku mring sliramu, Sayang
Cintaku kepadamu, Sayang

ꦕꦲꦾꦤꦶꦁ​​ꦧꦸꦭꦤ꧀ꦏꦁ​​ꦱꦸꦩꦸꦤꦂ​ꦲꦧꦾꦺꦴꦂ​ꦲꦶꦁ​​ꦠꦮꦁ​꧉
Cahyaning mbulan kang sumunar abyor ing tawang
Cahaya rembulan yang memancar gemerlap di langit

ꦪꦼꦏ꧀ꦠꦶ​ꦱ꧀ꦭꦶꦫꦩꦸ​ꦏꦁ​​ꦢꦢꦶ​ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧉
Yekti sliramu kang dadi lamunan
Sungguhlah dirimu yang menjadi lamunan

ꦪꦼꦏ꧀ꦠꦶ​ꦱ꧀ꦭꦶꦫꦩꦸ​ꦏꦁ​​ꦢꦢꦶ​ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧉
Yekti sliramu kang dadi lamunan
Sungguhlah dirimu yang menjadi lamunan

Jumat, 31 Oktober 2025

Lirik Lagu Kusuma Wijaya: Aksara Jawa dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Kusuma Wijaya merupakan salah satu lagu Jawa yang paling banyak didengarkan baru-baru ini. Lagu ini diciptakan oleh Rendra Kemana. Lagu yang mengesankan kerinduan dan kehilangan terhadap sosok terkasih ini memiliki lirik yang puitis dan pilihan kata bahasa Jawa yang indah dan sastrawi. Berikut lirik Kusuma Wijaya berserta aksara Jawa dan terjemahan bahasa Indonesia versi yang dinyanyikan oleh Nugraha Pawestri.


ꦭꦸꦁ​ꦔꦶꦁ​​ꦩꦼꦏꦂꦭꦤ꧀ꦱꦼꦩꦶ꧉
Lunging mekar lan semi
Kuncup sulurnya mekar dan bersemi

ꦥꦸꦱ꧀ꦥꦶꦠ​ꦲꦶꦁ​​ꦠꦩꦤ꧀ꦱꦫꦶ꧉​
Puspitå ing taman sari
Puspa di kebun bunga

ꦩꦔ꧀ꦭꦸꦁ​ꦩꦤꦸꦁꦱꦸꦁ​ꦮꦼꦔꦶ꧉​
Manglung manungsung wengi
Menunduk menyambut malam

ꦏꦭꦮꦤ꧀​ꦮꦸꦭꦤ꧀ꦤꦺ​ꦢꦢꦫꦶ꧉​
Kalawan wulané ndadari
Ditemani bulan purnama


ꦔꦩ꧀ꦧꦂ​ꦫꦸꦩ꧀ꦱꦱ꧀ꦩꦶꦠ꧉
Ngambar rum sasmitå
Menyerbakkan wangi pertanda

ꦱꦁ​ꦏꦸꦩ꧀ꦧꦁ​ꦮꦼꦮꦪꦁ꧉
Sang kumbang wewayang
Sang kumbang datang

ꦔꦿꦁ​ꦱꦁ​​ꦥꦸꦕꦸꦏ꧀ꦱꦫꦶꦤꦶꦁ​​ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁ​꧈​ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁ​꧉
Ngrangsang pucuk sarining kembang, kembang
Menyentuh benang sari bunga, bunga


ꦏꦸꦱꦸꦩꦤꦶꦁ​​ꦫꦠꦿꦶ​ꦩꦸꦁ​​ꦱꦮꦶꦗꦶ꧉​
Kusumaning ratri mung sawiji
Hanya sekuntum bunga malam

ꦏꦶꦤꦤ꧀ꦛꦶ​ꦩꦩꦠꦿꦶ​ꦱꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁ​​ꦲꦠꦶ​ꦏꦁ​​ꦱꦸꦕꦶ꧉​
Kinanthi mematri sajroning ati kang suci
Bersama menyatu dalam hati yang suci

ꦭꦶꦤ꧀ꦠꦁ​​ꦭꦶꦤ꧀ꦠꦁ​​ꦥꦚ꧀ꦗꦼꦂ​ꦲꦤ​ꦲꦤ꧀ꦠꦫꦶꦏ꧀ꦱ꧉
Lintang-lintang panjer ånå antarikså
Gemintang berkilauan di angkasa

ꦲꦩꦶꦩ꧀ꦧꦸꦃꦲꦶ​ꦲꦪꦸ​ꦱꦁ​​ꦫꦶꦤ꧉​
Amimbuhi ayu sang rinå
Menambah indahnya hari

ꦏꦸꦱꦸꦩ​ꦮꦶꦗꦪ꧉​
Kusumå Wijåyå
Kusuma Wijaya